Alasan Ilmiah Mengapa Kita Bisa Mabuk Perjalanan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Info NUNUKAN – Alasan Ilmiah Mabuk perjalanan atau motion sickness adalah kondisi yang umum terjadi saat seseorang bepergian jauh menggunakan kendaraan. Gejalanya meliputi mual, pusing, hingga muntah.
Secara ilmiah, kondisi ini terjadi karena adanya konflik sinyal antara mata, telinga bagian dalam, dan otak. Saat tubuh berada di dalam kendaraan yang bergerak, telinga bagian dalam merasakan gerakan, tetapi mata mungkin melihat sesuatu yang relatif stabil, seperti interior mobil. Ketidaksesuaian ini membuat otak “bingung” dan memicu gejala mabuk.
Fenomena ini merupakan respons alami tubuh, meskipun terasa tidak nyaman bagi sebagian orang.
Peran Telinga Dalam: Kunci Utama Mabuk Perjalanan
Salah satu faktor utama penyebab motion sickness adalah sistem keseimbangan tubuh yang berada di telinga bagian dalam, khususnya bagian yang dikenal sebagai sistem vestibular.
Sistem ini bertugas mendeteksi perubahan posisi dan gerakan tubuh. Saat kita berada di kendaraan yang bergerak, cairan di dalam telinga ikut bergerak dan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang berpindah.
Namun, jika sinyal ini tidak sesuai dengan apa yang dilihat mata, maka terjadilah konflik sensorik yang menyebabkan mual dan pusing.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Dipanggil Timnas Portugal
Mengapa Membaca di Mobil Bisa Membuat Mual?
Banyak orang mengalami mabuk perjalanan saat membaca buku atau bermain ponsel di kendaraan. Hal ini berkaitan erat dengan motion sickness.
Ketika membaca, mata fokus pada objek yang diam, sementara tubuh sebenarnya sedang bergerak. Telinga bagian dalam merasakan gerakan, tetapi mata tidak. Perbedaan ini memperparah konflik sensorik di otak.
Akibatnya, gejala seperti mual, pusing, dan keringat dingin bisa muncul lebih cepat dibandingkan saat hanya melihat ke luar jendela.
Siapa yang Lebih Rentan Mabuk Perjalanan?
Tidak semua orang mengalami motion sickness dengan tingkat yang sama. Beberapa kelompok lebih rentan, seperti:
Anak-anak usia 2–12 tahun
Wanita, terutama saat perubahan hormon
Orang yang memiliki riwayat migrain
Individu dengan sensitivitas tinggi terhadap gerakan
Faktor genetik juga diduga berperan dalam menentukan seberapa mudah seseorang mengalami mabuk perjalanan.
Cara Tubuh Bereaksi: Dari Pusing hingga Muntah
Ketika otak menerima sinyal yang bertentangan, tubuh merespons dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan sistem saraf yang memicu mual dan muntah.
Secara evolusi, beberapa ilmuwan percaya bahwa reaksi ini mirip dengan respons terhadap racun. Otak mengira ada sesuatu yang salah dalam tubuh, sehingga memicu mekanisme “pembersihan” melalui muntah.
Inilah sebabnya mengapa motion sickness bisa terasa sangat tidak nyaman.
Cara Mengurangi Mabuk Perjalanan Secara Ilmiah
Ada beberapa cara yang terbukti secara ilmiah dapat mengurangi gejala motion sickness:
Duduk di bagian depan kendaraan
Melihat ke arah horizon atau luar jendela
Menghindari membaca atau bermain ponsel
Mengonsumsi obat anti-mabuk seperti dimenhydrinate
Menghirup udara segar
Langkah-langkah ini membantu menyelaraskan sinyal antara mata da













