Kagetnya Syamsuri Bayar Parkir Motor Rp222.000 di RS Babelan Saat Anak Dirawat
Info Nunukan – Kagetnya Syamsuri tak menyangka biaya parkir sepeda motornya membengkak hingga Rp222.000 saat mendampingi anaknya yang dirawat di Rumah Sakit Babelan, Kabupaten Bekasi. Ia mengaku terkejut ketika hendak keluar dari area parkir setelah beberapa hari menjaga sang buah hati yang menjalani perawatan intensif.
Menurut Syamsuri, motornya diparkir sejak hari pertama anaknya masuk rumah sakit dan baru dikeluarkan setelah kondisi mulai membaik. Selama itu, ia fokus mendampingi keluarga tanpa memikirkan biaya parkir yang terus berjalan setiap harinya.
“Saya kira paling puluhan ribu, ternyata pas bayar disebut Rp222 ribu. Saya kaget sekali,” ujarnya saat ditemui di sekitar rumah sakit.
Akumulasi Biaya Harian
Petugas parkir menjelaskan bahwa tarif dihitung berdasarkan sistem akumulasi harian. Karena kendaraan tidak keluar selama beberapa hari, maka biaya parkir otomatis bertambah sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, Syamsuri merasa nominal tersebut cukup memberatkan, terlebih dalam situasi darurat ketika keluarga sedang fokus pada kesehatan anak. Ia berharap ada kebijakan khusus atau keringanan bagi keluarga pasien rawat inap, terutama yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Baca Juga: Chiko Dituntut 7 Bulan Penjara Sidang Putusan Kasus Deepfake AI SMAN 11 Semarang Ditunda
Respons Manajemen Rumah Sakit
Menanggapi kejadian itu, pihak manajemen RS Babelan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem parkir yang diterapkan. Mereka menyebut pengelolaan parkir biasanya bekerja sama dengan pihak ketiga, namun tetap berada dalam pengawasan manajemen rumah sakit.
“Kami memahami keluhan keluarga pasien. Akan kami tinjau kembali kebijakan tarif parkir agar tidak memberatkan,” kata perwakilan manajemen.
Pihak rumah sakit juga membuka kemungkinan penerapan skema khusus bagi keluarga pasien yang harus menunggu berhari-hari, misalnya tarif paket atau maksimal biaya harian.
Kagetnya Syamsuri Sorotan Publik
Kisah Syamsuri cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang menilai fasilitas kesehatan seharusnya memberikan kemudahan, bukan justru menambah beban finansial di tengah kondisi sulit.
Beberapa warga mengaku pernah mengalami hal serupa di fasilitas umum lainnya, sehingga mendesak adanya regulasi lebih jelas mengenai tarif parkir di area pelayanan publik.
Harapan Perubahan
Bagi Syamsuri, yang terpenting saat ini adalah kesehatan anaknya. Namun ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pengelola rumah sakit agar lebih memperhatikan sisi kemanusiaan dalam menerapkan kebijakan.















